asdasdasdasddasd
asdasdasdasd
asdasdasd
dasdasd
sadasda
dasd
Jumat, 26 Agustus 2011
Rabu, 10 November 2010
Rubah Aku Sebelum Aku Jawab
Di Sebuah Hutan Belantara, Terdapat seekor Burung Merpati Kecil Putih yang hinggap disebuah Ranting pohon dengan Hati yang Gundah. Burung Merpati Kecil itu selalu saja berdiamdiri di atas Ranting itu, walaupun Udara Panas, Hujan, Badai dan Fenomena Alam yang tidak diinginkan tetap saja berdiam diri seperti ia tidak mempunyai Niat untuk hidup di Dunia.
Suatu Ketika, Datanglah Seekor Induk Merpati Merah yang sedang mencari Anak satu-satunya yang hilang di hutan itu. Saat Induk Merpati Merah itu Hinggap di Ranting pohon yang sama, Ia Bertanya " Wahai Merpati Kecil Putih, Apa yang sedang kau lakukan disini? ", lalu Merpati Kecil Putih itu menjawab " Saya disini menunggu Seekor Merpati yang Rupanya Seperti Dirimu Wahai Merpati Merah. ", Merpati merah bertanya kembali " Bila Aku Boleh tau, Siapakah Dirinya? ", Merpati Kecil Putih itu menjawab " Aku tidak bisa menjawabnya, Sebelum Warna Bulu-ku berwarna merah ".
Saat itu Merpati Merah mencari cara untuk bisa mendapatkan jawaban dari Merpati Kecil itu, namun sayang semua usaha yang telah dilakukan Gagal. Suatu ketika Merpati merah bertanya kembali " Siapakah Dia, dan Mengapa Diri-mu ingin Bewarna Merah seperti aku? " dan Merpati Kecil Putih itu Menjawab sekali lagi pertanyaan-nya " Aku tak akan menjawab, Sebelum Warna-ku berubah total menjadi warna merah. ".
Sang Merpati Merah itu-pun telah Capek atas jawaban yang diberikan Burung Merpati Kecil Putih itu, lalu merpati Merah itu pergi dari Hinggapan-nya. Setelah jauh, Merpati Putih Kecil itu-pun mulai merasa ingin Mati tetapi dia belum diwaktukan oleh Tuhan yang Maha Esa untuk Hal itu.
Merpati Merah tadi Berfikir saat ia sedang terbang jauh untuk membuka jawaban Merpati Kecil itu.
Merpati merah itu berfikir " Semua Darah itu berwarna merah, maka Aku bisa Melapisinya dengan darah-ku ini ". Kemudian Merpati Merah Datang ke hinggapan Burung Merpati Kecil Putih itu dan mengoyak-ngoyak Bulu-nya untuk Mengeluarkan darah dari dirinya. " Apa yang kau sedang Lakukan ? " dengan Hati yang cemas si Merpati Putih kecil bertanya, " Aku sedang ingin membuat-mu tampak seperti merah, maka diamlah kau jangan banyak bertanya !".
Setelah merpati merah itu mengoyam bulunya dan mendapatkan darah untuk dilumuri ke badan Merpati kecil itu, Merpati kecil itu Berubah Suasana Hatinya, seakan-akan dia sudah mempunyai Niat Untuk Hidup lagi. Selanjutnya Burung Merpati Kecil Putih itu Menjawab pertanyaan sebelumnya, dan ia menjawab " Aku menunggu Ibu-ku yang telah lama Meninggalkan-ku di sini ", dan saat itu Merpati Merah Teringat akan Hal yang pernah ia lakukan Dulu.
Mereka-pun bertemu kembali, Seekor Merpati merah yang mencari anaknya, dan Usailah Kejadian yang menyedihkan ini.
Revisi Cerita ini bukan Ciptaan Orang Lain. Motivation Story
Suatu Ketika, Datanglah Seekor Induk Merpati Merah yang sedang mencari Anak satu-satunya yang hilang di hutan itu. Saat Induk Merpati Merah itu Hinggap di Ranting pohon yang sama, Ia Bertanya " Wahai Merpati Kecil Putih, Apa yang sedang kau lakukan disini? ", lalu Merpati Kecil Putih itu menjawab " Saya disini menunggu Seekor Merpati yang Rupanya Seperti Dirimu Wahai Merpati Merah. ", Merpati merah bertanya kembali " Bila Aku Boleh tau, Siapakah Dirinya? ", Merpati Kecil Putih itu menjawab " Aku tidak bisa menjawabnya, Sebelum Warna Bulu-ku berwarna merah ".
Saat itu Merpati Merah mencari cara untuk bisa mendapatkan jawaban dari Merpati Kecil itu, namun sayang semua usaha yang telah dilakukan Gagal. Suatu ketika Merpati merah bertanya kembali " Siapakah Dia, dan Mengapa Diri-mu ingin Bewarna Merah seperti aku? " dan Merpati Kecil Putih itu Menjawab sekali lagi pertanyaan-nya " Aku tak akan menjawab, Sebelum Warna-ku berubah total menjadi warna merah. ".
Sang Merpati Merah itu-pun telah Capek atas jawaban yang diberikan Burung Merpati Kecil Putih itu, lalu merpati Merah itu pergi dari Hinggapan-nya. Setelah jauh, Merpati Putih Kecil itu-pun mulai merasa ingin Mati tetapi dia belum diwaktukan oleh Tuhan yang Maha Esa untuk Hal itu.
Merpati Merah tadi Berfikir saat ia sedang terbang jauh untuk membuka jawaban Merpati Kecil itu.
Merpati merah itu berfikir " Semua Darah itu berwarna merah, maka Aku bisa Melapisinya dengan darah-ku ini ". Kemudian Merpati Merah Datang ke hinggapan Burung Merpati Kecil Putih itu dan mengoyak-ngoyak Bulu-nya untuk Mengeluarkan darah dari dirinya. " Apa yang kau sedang Lakukan ? " dengan Hati yang cemas si Merpati Putih kecil bertanya, " Aku sedang ingin membuat-mu tampak seperti merah, maka diamlah kau jangan banyak bertanya !".
Setelah merpati merah itu mengoyam bulunya dan mendapatkan darah untuk dilumuri ke badan Merpati kecil itu, Merpati kecil itu Berubah Suasana Hatinya, seakan-akan dia sudah mempunyai Niat Untuk Hidup lagi. Selanjutnya Burung Merpati Kecil Putih itu Menjawab pertanyaan sebelumnya, dan ia menjawab " Aku menunggu Ibu-ku yang telah lama Meninggalkan-ku di sini ", dan saat itu Merpati Merah Teringat akan Hal yang pernah ia lakukan Dulu.
Mereka-pun bertemu kembali, Seekor Merpati merah yang mencari anaknya, dan Usailah Kejadian yang menyedihkan ini.
Revisi Cerita ini bukan Ciptaan Orang Lain. Motivation Story
Dimana Dirimu. . .
Jakarta, 9 November 2010. Universitas Indonesia.
Neva Rahsya Amanda, wanita cantik asal Bandung ini Sangat menyukai Sesuatu hal yang membuat hatinya gembira. Sejak dia di perkuliahannya ( Kampusnya ) ia bertemu dengan seorang lelaki yang bernama Reza, disaat itu juga Neva mempunyai Hasrat dan Rasa kepadanya. Selang waktu berlalu, Mereka Makin Akrab dan tertawa bersama-sama, lalu kejadian yang tidak di inginkan terjadi, Reza terkena serangan Virus Otak yang mengakibatkan ia Pingsan.
Setelah dibawa ke R.S. Jaya Putra, Reza-pun Sadar dari Pingsannya itu.
Keesokan Harinya, Neva dan Reza Berkumpul di sebuah Kafe untuk menannyakan Apa yang mengakibatkan Reza tumbuh di Otaknya Virus-virus mematikan. Kemudian mereka berlanjut pergi ke Rumah Neva untuk mengantarkan pulang.
Tiga Hari berturut-turut Reza tidak Masuk ke Kampus, dan itu membuat Neva penasaran apa yang sedang terjadi. Neva pergi ke Kediamannya Reza, tepat di depan pintu rumah Tertulis `Untuk Neva, Aku telah pindah dari sini, Bila kau tetap ingin mencari-ku, aku ada di Satria Majalengka dekat kawasan Gunung Palu nomor 45. Dan disitulah aku berdiam sekarang.`
Setelah lama dicari, Neva-pun merasa sedih karena dia tidak bisa mengungkapkan perasaan-nya terlebih dahulu sebelum Reza pindah. Tetapi hal yang memungkinkan terjadi, dia ( Neva ) sedang berada di Kawasan Gunung Palu dan itu cocok dengan alamat yang ditunjukan Reza. Berkisar Lima Jam, ketemulah Alamat itu, tapi Neva tidak percaya karena disitu hanyalah Rumah kecil dan sempit, Namun Neva memahami dirinya bahwa itu adalah tempat berdiamnya Reza sekarang.
Sebelum Neva masuk ada seseorang Menghampirinya dan berkata ` Nak, sedang apa kau disini? ` dan Neva-pun menjawab ` Saya ingin kerumah Teman Saya, dia tinggal disini `, `Kamu yakin dia tinggal disini?`, Neva menjawab ` Iya Bu, karena dia sebelum pindah telah memberikan pesan singkat kepada saya.`, Nenek itupun Memahami si Neva ` Ini adalah Rumah Keluarga Bachry, dan tiga hari sebelumnya anaknya meninggal dunia.. Ia Bernama Reza Putra Pratama Bachry. `
Sejak itu Neva Kecewa dan dia mempunyai Ambisi yang tinggi untuk tidak ingin mempunyai Rasa Cinta dan Suka kepada Laki-laki.
Revisi Cerita ini bukan Ciptaan orang Lain. Virgin story
Neva Rahsya Amanda, wanita cantik asal Bandung ini Sangat menyukai Sesuatu hal yang membuat hatinya gembira. Sejak dia di perkuliahannya ( Kampusnya ) ia bertemu dengan seorang lelaki yang bernama Reza, disaat itu juga Neva mempunyai Hasrat dan Rasa kepadanya. Selang waktu berlalu, Mereka Makin Akrab dan tertawa bersama-sama, lalu kejadian yang tidak di inginkan terjadi, Reza terkena serangan Virus Otak yang mengakibatkan ia Pingsan.
Setelah dibawa ke R.S. Jaya Putra, Reza-pun Sadar dari Pingsannya itu.
Keesokan Harinya, Neva dan Reza Berkumpul di sebuah Kafe untuk menannyakan Apa yang mengakibatkan Reza tumbuh di Otaknya Virus-virus mematikan. Kemudian mereka berlanjut pergi ke Rumah Neva untuk mengantarkan pulang.
Tiga Hari berturut-turut Reza tidak Masuk ke Kampus, dan itu membuat Neva penasaran apa yang sedang terjadi. Neva pergi ke Kediamannya Reza, tepat di depan pintu rumah Tertulis `Untuk Neva, Aku telah pindah dari sini, Bila kau tetap ingin mencari-ku, aku ada di Satria Majalengka dekat kawasan Gunung Palu nomor 45. Dan disitulah aku berdiam sekarang.`
Setelah lama dicari, Neva-pun merasa sedih karena dia tidak bisa mengungkapkan perasaan-nya terlebih dahulu sebelum Reza pindah. Tetapi hal yang memungkinkan terjadi, dia ( Neva ) sedang berada di Kawasan Gunung Palu dan itu cocok dengan alamat yang ditunjukan Reza. Berkisar Lima Jam, ketemulah Alamat itu, tapi Neva tidak percaya karena disitu hanyalah Rumah kecil dan sempit, Namun Neva memahami dirinya bahwa itu adalah tempat berdiamnya Reza sekarang.
Sebelum Neva masuk ada seseorang Menghampirinya dan berkata ` Nak, sedang apa kau disini? ` dan Neva-pun menjawab ` Saya ingin kerumah Teman Saya, dia tinggal disini `, `Kamu yakin dia tinggal disini?`, Neva menjawab ` Iya Bu, karena dia sebelum pindah telah memberikan pesan singkat kepada saya.`, Nenek itupun Memahami si Neva ` Ini adalah Rumah Keluarga Bachry, dan tiga hari sebelumnya anaknya meninggal dunia.. Ia Bernama Reza Putra Pratama Bachry. `
Sejak itu Neva Kecewa dan dia mempunyai Ambisi yang tinggi untuk tidak ingin mempunyai Rasa Cinta dan Suka kepada Laki-laki.
Revisi Cerita ini bukan Ciptaan orang Lain. Virgin story
Selasa, 22 Juni 2010
Be come a Fun
Langganan:
Postingan (Atom)